MANCHESTER – Panggung perempat final FA Cup 2025/2026 di Stadion Etihad, Sabtu (4/4/2026) malam WIB, menjadi saksi bisu superioritas Manchester City atas rival domestiknya, Liverpool. Dalam laga yang diprediksi bakal berlangsung sengit, The Citizens justru tampil dominan tanpa ampun dan mengakhiri laga dengan skor telak 4-0.
Erling Haaland kembali menjadi bintang utama dengan torehan tiga gol (hat-trick), sementara satu gol tambahan disumbangkan oleh Antoine Semenyo. Kemenangan ini tidak hanya mengantarkan tim asuhan Pep Guardiola ke babak semifinal, tetapi juga mengirimkan pesan peringatan keras kepada kontestan lain di kompetisi tertua di dunia ini.Babak Pertama: Badai Haaland yang Sulit Dibendung
Sejak peluit pertama dibunyikan, Manchester City langsung mengambil inisiatif serangan. Mengandalkan penguasaan bola yang cair, City memaksa Liverpool bermain jauh di area pertahanan sendiri. Absennya Alisson Becker di bawah mistar gawang Liverpool tampaknya memberikan dampak psikologis yang cukup besar bagi lini belakang The Reds.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-39. Berawal dari skema serangan balik cepat, Erling Haaland berhasil memanfaatkan umpan terukur untuk menaklukkan kiper pengganti Liverpool. Tak butuh waktu lama bagi City untuk menggandakan keunggulan. Di masa injury time babak pertama (45+2'), Haaland kembali mencatatkan namanya di papan skor melalui sundulan mematikan setelah menerima umpan silang akurat.
Skor 2-0 menutup interval pertama dengan dominasi City yang mencapai 62% penguasaan bola.
Babak Kedua: Liverpool Terpuruk, City Kian Menggila
Memasuki babak kedua, manajer Liverpool, Arne Slot, mencoba melakukan perubahan taktik untuk mengejar ketertinggalan. Namun, alih-alih mencetak gol, gawang Liverpool justru kembali bobol pada menit ke-50. Pemain muda berbakat, Antoine Semenyo, melepaskan tembakan melengkung yang gagal diantisipasi setelah menerima assist ciamik dari Cherki.
Penderitaan Liverpool memuncak pada menit ke-57. Erling Haaland melengkapi catatan hat-trick-nya malam itu setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang. Gol ini sekaligus menjadi gol ke-11 Haaland di ajang FA Cup musim ini, mempertegas statusnya sebagai predator kotak penalti paling mematikan di dunia.
Statistik Pertandingan Man City vs Liverpool (FA Cup 4 April 2026)
| Statistik | Manchester City | Liverpool |
| Skor Akhir | 4 | 0 |
| Penguasaan Bola | 60% | 40% |
| Total Tembakan | 18 | 7 |
| Tembakan ke Gawang | 9 | 2 |
| Corner Kicks | 6 | 4 |
| Kartu Kuning | 1 | 2 |
Momen Penalti yang Sia-sia bagi Mohamed Salah
Liverpool sebenarnya memiliki peluang emas untuk memperkecil kedudukan ketika Matheus Nunes melakukan pelanggaran terhadap Ekitike di dalam kotak terlarang. Wasit menunjuk titik putih, dan Mohamed Salah maju sebagai eksekutor.
Namun, dewi fortuna sedang tidak berpihak pada tim asal Merseyside tersebut. Tendangan Salah berhasil ditepis dengan gemilang oleh James Trafford, yang tampil sangat solid menggantikan posisi kiper utama yang dirotasi. Kegagalan penalti tersebut seolah meruntuhkan mental juang anak-anak Liverpool hingga peluit panjang berbunyi.
Analisis Taktik: Mengapa Liverpool Bisa Tak Berdaya?
Banyak pengamat menilai bahwa kekalahan telak ini disebabkan oleh krisis cedera di lini belakang Liverpool dan kegagalan strategi pressing tinggi yang diterapkan Arne Slot. Di sisi lain, Pep Guardiola menunjukkan fleksibilitas taktik yang luar biasa dengan memanfaatkan lebar lapangan untuk membongkar pertahanan gerendel Liverpool.
Kemenangan 4-0 ini juga menambah catatan panjang dominasi City atas Liverpool di Stadion Etihad dalam tiga pertemuan terakhir di semua kompetisi.
"Prediksi Semifinal FA Cup 2026" atau "Update Cedera Pemain Manchester City" pada kata "Pep Guardiola" atau "Manchester City".
Bagaimana pendapat Anda mengenai performa Erling Haaland dalam laga ini? Apakah Manchester City sudah dipastikan akan mengangkat trofi FA Cup musim ini? Tuliskan komentar Anda di bawah dan jangan lupa bagikan berita ini kepada rekan sesama pecinta bola!
